Admin

SELAMAT DATANG

Selamat datang di Coretan RD - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel yang Kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik

Sekilas Tentang Admin

Nama saya Rilvan, Saya Bukan Seorang Blogger, Desainer atau Apapun Tapi Saya Hanya Seseorang Yang Ingin Selalu Belajar dan Ingin Tahu Sesuatu Yang Baru...

Welcome to My Blog Jangan lupa berikan saran kritik Anda terima kasih
Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

Juz 'Amma Player Portable

Asslamu'alaikum,,,wah seperti tidur yang lama sekali. bangun-bangun sudah tahun 2012. Hampir ne blog aku terlantarkan. Tapi tenang Rilvan tidak akan melupakan dunia nge-Blog. Tahun 2012 penuh warna nah maka dari itu alasan yang tepat untuk sementara pending ngepostingnya yaitu sibuk ganti kulit tampilan ini blog. hehe..gimana mnurut Anda? optimis penilaian baguslah. hehehe... Mengawali postingan pertamaku di tahun 2012, aku isi dengan sebuah aplikasi islami yang semoga dapat membantu anda sekalian dan semoga pula ini awal dari semngat terutama iman tetap kuat. Judul dari aplikasi ini yaitu Juz 'Amma Player Portable Anda pasti tahu kitab suci agama islam yakni Alqur'anul Karim. Nah disini ada juz 'amma yakni juz ke-30 yang di kemas dalam sebuah aplikasi. sudah tidak sabarkan pengen miliki. yuk jangan beranjak dulu meninggalkan.
Aplikasi Juz 'Amma Player Portable ini freeware atau diberikan secara cuma-cuma alias gratis bagi Anda semua. Aplikasi ini fleksibel dimanapun anda bisa menggunakannya karena aplikasi ini memungkinkan penggunanya langsung dapat memakainya dengan cara sekali klik atau open Aplikasinya.
Adapun fitur yang ada pada aplikasi Juz 'Amma Player Portable ini yaitu :
1. Fleksibel untuk pengguna
2. Tampilan desain menyerupai lembaran Al Quran yang pd aslinya.
3. Terdapat tombol navigasi bagi pengguna yaitu tombol untuk menampilkan arah baca (atas, bawah, kanan dan kiri).
4. Tombol pengubahan mode yaitu untu mempermudah pengguna dalam mode pilihan bacaan teks Arabic atau kedua-duanya Arabic n teks latin yaitu arti dari tampilan ayat al-Quran.
5. Tombol pembacaan, disini anda dapat juga hanya mendengarkannya saja karena aplikasi ini dapat memungkinkan anda yang belum bisa membaca Al-Quran cukup mendengarkan (tapi wajib hukumnya seorang muslim untuk dapat atau belajar Al-Quran ya)
6. Tombol keluar dari aplikasi tersebut.

Download Aplikasi Juz 'Amma Player Portable

Jika Anda Menginginkan Juz 'Amma Player Portable ini. dapat mendownloadnya dengan mengklik tombol download di bawah ini. Jika kurang jelas dengan penjelasan ini, Anda dapat meninggalkan komentar di bawah postingan ini. Terima Kasih...

Password mediafire :
Password file [.rar] :

Untuk file download klik tombol di bawah ini :



Baca Selengkapnya...

Selasa, 13 Desember 2011

Masjid Tiban Babussalam Kota Probolinggo

Assalamu'alaikum,,,,Semuanya. Postingan saya saat ini akan membahas dunia kehidupan yang bernafaskan Islami. Jika kita implementasikan kedalam dunia pendidikan. Anda akan melihat dan dapat mengkajinya untuk diharapkan memperoleh penjelasan atau informasi yang telah ada. Karena saya mempunyai tujuan dalam penulisan postingan ini, yaitu agar Anda dapat mengetahui informasi tentang Masjid Tiban yang berkaitan dengan kriteria sosial masyarakat namun disini kita pula dapat mengambil "Education of History" atau Pendidikan sejarah pada Masjid Tiban Babussalam. Tahukah Anda tentang Sejarah berdirinya Masjid Tiban Babussalam itu? Mungkin Anda pernah mendengar kata dari Masjid Tiban yang ada disalah satu daerah lain tetapi disini kita akan membahas Masjid Tiban Babussalam yang merupakan masjid tertua yang ada di kota Probolinggo propinsi Jawa Timur Negara Indonesia. Pasti Anda semua ingin tahu sejarah Masjid Tiban Babussalam. Mari kita bahas lebih mendalam lagi.

Sumber Data Informasi
Sebelumnya mungkin Anda menanyakan darimana sumber yang saya dapat untuk publikasi artikel ini mengenai cerita, Asal-Usul atau Sejarah dari pembangunan Masjid Tiban Babussalam. Sumber yang saya dapat di ambil dari :
1. Informasi buku panduan Pesona Kota Probolinggo yang diterbitkan Kantor Pemuda, Budaya, Dan Pariwisata Kota Probolinggo (2008),
2. Sumber yang lain didapat dari mendengarkan cerita/ceramah Agama dari para Nara sumber pengajian yang ada di Masjid Tiban dan membahasnya.
3. Didapat dari sesepuh Masjid Tiban Alm.(H.Ismail, H.Hadhori,) beserta keluarga Silsilah garis keturunan keluarga besar yang merawat dan menjaga untuk masjid Tiban Babussalam (belum bisa mengetahui kapan tepatnya masjid Tiban pertama kali di bangun)
4. Pengurus Takmir periode Awal s/d sekarang dan saya sendiri yang juga selaku Anggota Remaja Masjid seksi sekretaris sehingga ini akan membantu saya menggali informasi mengenai masjid Tiban. (meskipun data sudah didapat namun saya mengatakan belum akurat karena pengambilan data diambil dari wawancara dimana informasi dari tiap orang tersebut yang satu dengan yang lainnya beda pendapat atau beda cerita.
Jadi pengambilan data berdasarkan ke akuratan dari cerita yang menceritakan Masjid Tiban Babussalam Kota Probolinggo yang inti pokoknya sama.

Letak dan Bentuk Fisik Masjid Tiban Babussalam

Masjid Tiban Babussalam yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta No.1 Kelurahan Pilang RT/RW 01/01 Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo Propinsi Jawa Timur-Indonesia. Dimana letak posisi Masjid Tiban berada disebelah Utara Jalan Raya Pantura dengan bagian utara berbatasan dengan Selat Madura. Masjid Tiban Babussalam merupakan masjid yang keramat bagi warga Probolinggo dan sekitarnya. Karena diceritakan Masjid ini merupakan masjid tertua yang ada di Kota Probolinggo. Bahkan disana ada jalan lintasan rel kereta api yang dibangun semasa penjajahan Belanda, yang konon kata para sesepuh bahwa masjid Tiban ini sudah ada semenjak sebelum adanya lintasan rel kereta api tersebut. Sehingga tak jarang banyak para musyafir dari luar kota singgah untuk beribadah sholat sebelum melanjutkan perjalanannya. Bagi musyafir yang ingin bermalam, panitia takmir sudah membuat ketentuan bahwa musyafir yang bermalam diberikan batas waktu selama 3hari dengan catatan wajib lapor ketua RT dan Ketakmiran Masjid Tiban Babussalam. Orang musyafir tersebut kebanyakan beribadah untuk sholat (fardlu dan sunnah), tirakat, serta berdo'a kepada Allah SWT. Namun disini ketakmiran mencegah apabila ada musyafir yang melakukan ibadah yang tidak sesuai dengan syariat Islam yang menimbulkan Bid'ah dholalah. Karena kawasan dari warga kelurahan Pilang atau warga sekitaran masjid Tiban merupakan kiblat dari orang Nahdliyin (Nahdlatul Ulama/NU).

Masjid Tiban itu sendiri berasal dari kata Tiban yang artinya ketiban jatuh secara sendiri. Maksudnya Masjid Tiban yang konon ceritanya dalam pembuatannya terjadi dalam waktu sekejap, seperti halnya cerita dari pembuatan Candi Prambanan. Masjid Tiban yang kini sudah ditambah dengan kata babussalam itu dan pernah melakukan renovasi pembangunan. Renovasi pembangunan masjid Tiban itu sendiri dimaksudkan agar bangunan tetap kokoh karena usia bangunan yang cukup lama yang dapat memungkinkan bangunan roboh sewaktu-waktu dengan catatan tidak merubah situs sejarah pada Masjid Tiban. Namun dengan beberapa kali direnovasi bangunan yang benar-benar tidak boleh dilakukan renovasi pada bagian utama ruangan masjid yaitu diruangan bangunan tua dengan atap kuda-kuda bangunan prisma persegi empat dan terdapat 4 tiang penyangga yang asli tidak pernah dilakukan renovasi dengan tekstur dan bentuknya. Menurut (Alm) H.Ismail (salah satu imam masjid Tiban sekaligus tokoh agama) disayangkan pemugaran atau renovasi juga dilakukan ditempat pengimaman padahal tempat itu sangat bernilai menurut beliau yang juga memiliki seni sejarah dari nenek moyangnya. kata beliau, "saya pernah bermimpi sing ngrekso (bermimpi nenek moyang masjid tiban yang terdahulu) ketika pembongkaran tempat pengimaman yang sebelumnya saya berpesan jangan pernah dibongkar atau direnovasi tempat pengimaman itu. dan sayapun saat itu jatuh sakit dan panas yang menggigil ketikan mendengar tampat pengimaman benar-benar direnovasi. Setelah itu saya juga mendapatkan kabar bahwa salah satu tukang yang melakukan renovasi tempat pengimaman itu mengalami musibah kejatuhan bahan material bangunan yang mengakibatkan cedera". Allahu'alam bisshowaf. Beberapa tempat yang dijadikan sebagai bangunan atau tempat yang mempunyai nilai seni dan sejarah hingga sekarang antara lain :
1. tempat pengimaman Sholat (mengalami renovasi)
2. empat(4) Tiang masjid dan Atap kuda-kuda penyanggah bangunan utama dengan bahan kayu jati yang sudah memiliki usia yang sangat tua, dan tidak ada 1pun paku untuk merekatkan antar kayu. (masih ada dan dijaga pelestarian seni sejarahnya)
3. bangunan utama tempat sholat laki-laki dan perempuan yang memiliki bangunan yang sejak dahulu dengan renovasi hanya lantai dan pengecatan saja, yang membedakan bangunan dahulu dengan desain bangunan yang sekarang adalah atap bangunan dahulu memiliki bentuk prisma segi empat.
4. Sumur Masjid Tiban yang memiliki usia tua sejak dahulu serta ada tempat kamar mandi dengan bak air yang panjang ± 2meter. yang konon bangunan ini sakral atau keramat. dan banyak para musyafir menyempatkan mengambil air tersebut yang diyakini melalui perantara air tersebut dengan meminta ridho kepada Allah SWT agar apa yang dinginkan terkabulkan. catatan untuk saya, sebagai orang Nahdliyin (NU) jika Anda menganggap hal ini merupakan syirik / Bid'ah dholalah itu tergantung penilaian dan penafsiran Anda sendiri. Kita memang menyakini bahwa kita semua diciptakan Allah SWT dan akan kembali kepada-NYA. dan LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH (Tidak ada daya dan upaya kecuali pertolongan Allah SWT).
5. Terdapat Batu Napak Tilas Syekh Maulana Ishaq R.A yang konon merupakan tempat bertapanya Syekh Maulana Ishaq R.A dengan memiliki ± lebar 40cm x panjang 1meter. di ceritakan pula bahwa dahulu pernah ada yang mencoba mengangkat batu tersebut sekitar lebih dari 10orang mengangkatnya dan tak ada yang bisa mengkatnya dan tidak tergeser sama sekalipun.
6. terdapat area makam / kuburan di depan masjid Tiban babussalam yang merupakan dari keluarga silsilah nenek moyang yang terdahulu yang pernah merawat dan mengurus masjid Tiban.


Napak Tilas Syekh Maulana Ishaq R.A
Masjid Tiban sebagai persinggahan dari Ulama Syekh Maulana Ishaq, R.A. Beliau dulu sebelum perang melawan musuh selalu beribadah kepada Allah SWT di Masjid Tiban. Beliau selalu berjalan mulai kota Banyuwangi dan selanjutnya masjid Tiban inilah sebagai tempat persinggahan Syekh Maulana Ishaq dan membesarkan, merawat masjid ini. Kemudian beliau meneruskan perjalan hingga ke kota Pasuruan. dari perjalanan hidupnya beliaupun meninggal ± (wafat pada th 1463. Syekh Maulana Ishaq R.A menghabiskan waktunya dengan berdzikir kepada Allah SWT dan Rosulullah di Masjid Tiban babussalam. Tempat posisi yang biasanya ditempati beliau berada di depan dekat tiang cagak sebelah utara. Sehingga tak jarang bagi para Musyafir memanfaatkan waktu berdzikir pula ditempat yang sama pada tempat posisi Syekh Maulana Ishaq. Pada pertapaan atau tempat duduk berdiam diri (semedi mendekatkan diri kepada Allah SWT) berada di batu panjang yang lebar 40cm dan panjang 1meter itu. Dimana saat ini batu tersebut masih ada keberadaannya didekat makam Masjid Tiban babussalam.

Kegiatan Islami yang ada di Masjid Tiban Babussalam
1. Pelaksanaan kegiatan hari besar Islam, misalnya Hari Raya Idul fitri, Idul Adha, Maulid Nabi SAW, Isro' Mi'roj, dll
2. Pengajian rutin tiap hari Kamis malam Jumat
3. Khataman Alqur'an yang kemudian dilanjut dengan Acara Manakib tiap permulaan tanggal 1 kalender Islam yaitu bersama pengasuh dan pengurus, santri dari Pondok Pesantren Roudlatul Muttaqien.
4. Malam jum'at legi diadakan Istighosah bersama.
5. Sekitar bulan Oktober Masjid Tiban mengadakan Haul Syekh Abdul Qadir Al Jaelani R.A dan Syekh Maulana Ishaq R.A


Kumpulan Moment foto Masjid Tiban :
Clik tombol show
Foto waktu Haul

Foto ini pernah dimuat di media masa cetak dan sekaligus membuat heboh masyarakat kota probolinggo, foto ini hasil bidikan fotografer Dodit Supriyanto


Baca Selengkapnya...

Sabtu, 19 November 2011

Portable Al-Quran 3D

Assalamu'alaikum, semua. Postingan saya kali ini bernafaskan islami. Kata si Tebe menyapa pemirsa pada tayang stasiun televisi swasta, Anda Muslim ? Dan saya jawab Iya saya muslim. Nah sekarang ane yang balik tanya kepada agan2 semua. jika agan da jawab kalo agan muslim, pertanyaan ane kalo emang muslim bisakah agan semua membaca Ayat suci Al-Quran ? kalo malu jawabnya jawab dihati aja gan, gpp kog. hehehe....Yang seperti dijelaskan pada hadits "Innama'amaluubinniyat" Sesungguhnya segala sesuatu di dahuli dengan niat. Di sini ane gak mandang agan pinter baca Al-Quran atopun tidak bisa sama sekali, Karena Allah SWT menilai agan bukan dari harta, ketampanan, dll Namun menilai makhluknya dengan ketakwaannya kepada sang Kholik. Orang kaya gak punya Al-Quran, apa kata dunia. Punya Al-Quran cuman dibuat Variasi mempercantik dan melihatkan status keislaman, Apa kata dinia. hehehe.... Ane share moga dengan Software Portable Al-Quran 3D yang ane berikan ne dapat membantu agan. Fasilitas dari Software ini sangatlah bagus.
Fasilitas yang didapat pada software Al-Quran 3D ini membuat user sangat merasakan kenyaman dan tidak beranjak dalam menikmati sajian dari software tersebut. Tools dan Desain yang 3 Dimensi seakan-akan kita memiliki Al-Quran yang nyata. Tampilan yang dinamis dengan ada suara sound dalam membuka lembar demi lembar Al-Quran tersebut. Berikut merupakan fasilitas yang ada dalam Software Al-Quran 3D :
Screen Shoot
1.Next dan Previous Page
2.Tombol arah kanan kiri atas dan bawah
3.Zoom in dan Zoom out
4.Tombol untuk memutar sudut pandang sehingga memudahkan kita untuk membacanya.
5.Tombol Move (memindahkan) untuk memindahkan windows (jendela) program ini.
6.Tombol untuk memperbesar atau memperkecil ukuran windows.
7.Tombol Navigasi penunjuk Surat.
8.Tombol Navigasi penunjuk Juz
9.Slider untuk memilih halaman
10.Tombol untuk membuat program ini berada di atas dari program-program yang lain Posisiwindows-nya.

Jika ingin mendownload Software Portable Al-Quran 3D, dengan mengklik tombol download di bawah ini :




Baca Selengkapnya...

Sabtu, 12 November 2011

Software Panduan Sholat

Kali ini saya memposting produk software yang saya buat ketika kuliah di jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang matakuliah Multimedia. Awal mulanya saya tidak tahu apa itu Multimedia.
Definisi lain dari multimedia yaitu dengan menempatkannya dalam konteks, seperti yang dilakukan oleh Hoftsteter (2001), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasi apa yang dilihat dan didengar yang berinteraksi dengan kita. Kedua, harus ada link yang menghubungkan kita dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dan ide kita sendiri. Jika salah satu komponen tidak ada, maka bukan multimedia dalam arti luas namanya. Misalnya jika tidak ada komputer untuk berinteraksi maka itu namanya media campuran, bukan multimedia.
Jika tidak ada link yang menghadirkan sebuah struktur dan dimensi, maka namanya rak buku, bukan multimedia. Kalau tidak ada navigasi yang memungkinkan kita memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan multimedia. Demikian juga jika kita tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka namanya televisi, bukan multimedia. Dari definisi diatas, maka multimedia ada yang online (internet) dan multimedia yang offline (tradisional). Unsur-unsur MultimediaUnsur – unsur pendukung dalam multimedia antara lain :1. TeksBentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks merupakan yang paling dekat dengan kita dan yang paling banyak kita lihat. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa kita. Kebutuhan teks tergantung pada kegunaan aplikasi multimedia. Secara umum ada empat macam teks yaitu teks cetak, teks hasil scan, teks elektronis dan hyperteks.2. GrafikAlasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Sering dikatakan bahwa sebuah gambar mampu menyajikan seribu kata. Tapi ini berlaku hanya ketika kita biasa menampilkan gambar yang diinginkan saat kita memerlukannya. Multimedia membatu kita melakukan hal ini, yakni ketika gambar grafis menjadi objek suatu link. Grafis sering kali muncul sebagai backdrop (latar belakang) suatu teks untuk menghadirkan kerangka yang mempermanis teks. Secara umum ada lima macam gambar atau grafik yaitu gambar vektor (vector image), gambar bitmap (bitmap image), clip art, digitized picture dan hyperpicture.3. Bunyi atau SoundBunyi atau sound dalam komputer multimedia, khusunya pada aplikasi bidang bisnis dan game sangat bermanfaat. Komputer multimedia tanpa bunyi hanya disebut unimedia, bukan multimedia. Bunyi atau sound dapat kita tambahkan dalam produksi multimedia melalui suara, musik dan efek-efek suara. Seperti halnya pada grafik, kita dapat membeli koleksi sound disamping juga menciptakan sendiri. Beberapa jenis objek bunyi yang biasa digunakan dalam produksi multimedia yakni format waveform audio, compact disk audio, MIDI sound track dan mp3.4. VideoVideo adalah rekaman gambar hidup atau gambar bergerak yang saling berurutan. Terdapat dua macam video yaitu video analog dan video digital. Video analog dibentuk dari deretan sinyal elektrik (gelombang analog) yang direkam oleh kamera dan dipancarluaskan melalui gelombang udara. Sedangkan video digital dibentuk dari sederetan sinyal digital yang berbentuk yang menggambarkan titik sebagai rangkaian nilai minimum atau maksimum, nilai minimum berarti 0 dan nilai maksimum berarti. Terdapat tiga komponen utama yang membentuk video digital yaitu frame rate, frame size dan data type. Frame rate menggambarkan berapa kali bingkai gambar muncul setiap detiknya, sementara frame size merupakan ukuran fisik sebenarnya dari setiap bingkai gambar dan data type menentukan seberapa banyak perbedaan warna yang dapat muncul pada saat bersamaan.5. AnimasiDalam multimedia, animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layar. Ada sembilan macam animasi yaitu animasi sel, animasi frame, animasi sprite, animasi lintasan, animasi spline, animasi vector, animasi karakter, animasi computational dan morphing.
Maka dari itu saya akan membagi hasil produk multimedia saya menggunakan software Borland Delphi 7 dengan membuat suatu aplikasi yang saya beri nama Software Panduan Sholat. Berikut merupakan screen shoot nya :
Untuk mengunggah software tersebut, dapat andah unggah dengan klik icon download di bawah berikut ini :




Baca Selengkapnya...

Ikhlas Dalam Beramal

Dalam ajaran Islam, ikhlas merupakan roh amal atau jiwa ibadah. Ia jadi penentu apakah amal ibadah kita diterima atau ditolak yang mana bila amal ibadah tidak ikhlas, maka ia tidak ada nilaian di sisi Allah atau tidak ada harganya lagi. Sebaliknya kalau ikhlas dalam beramal, Allah terima dan diberi ganjaran yang tidak ternilai.

Bagaimanakah yang dikatakan ikhlas ini jadi penentu? Amal ibadah ini umpama seorang manusia. Bila nyawa (roh) sudah tidak ada, ia akan jadi bangkai. Bangkai mesti dibuang ke kubur kerana nilai kemanusiaannya sudah tidak ada lagi di waktu itu. Dia tidak layak lagi bergaul dengan orang yang hidup. Walaupun dia seorang ratu cantik, orang terpaksa buang juga kerana ia akan jadi busuk, berulat dan reput menjadi tanah.

Begitulah dengan amal ibadah kita ini. Kalau tidak ada rohnya atau tidak ada jiwanya, yakni tidak ikhlas, Allah anggap seperti bangkai yang kotor lagi busuk, yang tidak ada harganya. Tidak layak untuk Allah menerimanya dan tidak layak diberi ganjaran pahala. Bahkan akan dicampak balik ke muka kita sekalipun seluruh makhluk-makhluk Allah di langit dan di bumi semuanya memuji-muji amal ibadahnya cantik, baik dan bernilai. Manusia hanya menilai dengan mata lahir sahaja maka yang kelihatan, amal ibadahnya itu banyak, cantik dan berakhlak. Sedangkan Allah dapat melihat yang batinnya. Sekalipun amal itu sedikit, jika ikhlas, Allah tetap menganggapnya banyak. Sedangkan amal ibadah yang banyak tetapi tidak ikhlas, Allah tetap menganggapnya sedikit atau macam amalan yang tidak wujud.

Begitulah penting dan bernilainya ikhlas itu. Allah mahu agama-Nya yang suci murni itu diamalkan secara suci pula yakni tidak dicelahi dengan sebarang bentuk hati busuk. Tidak dicelahi dengan rasa riyak, ujub, ingin dipuji, hendak nama, ingin dinilai dengan mata dunia atau dengan tujuan menolak kemudaratan manusia. Dalam hal ini Allah ingatkan:

surat:39 ayat:3

Maksudnya: “Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (khalis).” (Az Zumar: 3)

Juga di ayat lain:

surat:albaiyinah ayat:5

Maksudnya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan (mengikhlaskan) ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus. Dan supaya mereka mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al Baiyinah: 5)

Untuk melakukan ikhlas ini sangat susah dan sulit terutama dalam sebarang amal ibadah seperti yang kita bincangkan dalam bab sebelum ini kerana hati itu amat seni sekali. Nafsu itu sangat tersembunyi perasaan halusnya dan sangat payah dikesan. Untuk menguasainya amat sulit. Ia berbolak-balik setiap hari dan berubah-ubah pula setiap waktu dan detik. Perjalanannya tidak menentu. Bertukar-tukar dari ujub, riyak, sombong, dengki, gila puji, gila nama, ingin dinilai dengan harga dunia dan susah untuk didisiplinkan. Amal ibadah itu selalu terdorong ke arah kepentingan-kepentingan dunia ini.

Riyak, ujub dan lain-lain sifat mazmumah itu paling payah dihindari kerana gerakannya terlalu halus. Macam desiran semut, tidak dapat didengar bunyinya. Kita tidak terasa kemahuan- kemahuan nafsu atau dorongan-dorongan kemahuan hati yang jahat kerana halusnya itu. Inilah yang dikatakan syirik khafi. Kalau tidak disuluh dengan pandangan mata hati (basirah), ia tidak akan terasa adanya.

Salafussoleh, bila kenangkan hal-hal begini, mereka selalu menangis. Mereka paling takut terhadap syirik khafi ini. Takut ibadah mereka tidak ada harga di sisi Allah. Takut mereka akan muflis di Akhirat sedangkan untuk dapatkan ikhlas terlalu susah. Ikhlas hanya milik Allah. Ia adalah rahsia-Nya yang Dia sahaja yang tahu. Hatta para malaikat pun tidak tahu. Mereka hanya tahu amal lahir sahaja.

Sebab itu dalam sejarah pernah diceritakan betapa susahnya untuk dapatkan sifat ikhlas ini sebagaimana yang digambarkan oleh Sayidina Muaz.

Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya. Wahai Muaz!”

Jawabku: “Ya Saiyidil Mursalin.” Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahawa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak. Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya. Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama. Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah: ‘Saya penjaga tukang umpat. Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya kerana saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.’

Esoknya naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya sebab dia beramal kerana mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya ditahan amalan ini jangan sampai lepas ke langit yang lain.’

Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya kerana dia seorang yang sombong’.”

Rasulullah SAW meneruskan sabdanya: “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka empunyanya. Dia seorang yang ujub. Allah memerintahkan aku menahan amalan yang ujub.’

Seterusnya amalan si hamba yang lulus di langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain tetapi di pintu langit kelima penjaganya berkata: ‘Ini adalah amalan tukang hasad. Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya yang lain. Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan balik ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.’

Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata: ‘Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan balik amalan yang indah ini ke muka pemiliknya kerana dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang mendapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan ini jangan melintasi langit ini.’

Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang lepas hingga langit ketujuh. Rupa cahayanya bagaikan kilat dan suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah sembahyang, puasa, sedekah, jihad, warak dan lain-lain lagi. Tetapi penjaga pintu langit berkata: ‘Saya ini penjaga sum’ah (ingin masyhur). Sesungguhnya si pengamal ini ingin masyhur dalam kumpulan-kumpulan dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan ini jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih kerana Allah maka itulah riyak. Allah tidak akan menerima dan mengkabulkan orang-orang yang riyak.’

Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni sembahyang, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan pendiam, zikir pada Allah, diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga sampai melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadrat Allah SWT. Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.

Tetapi firman Tuhan: ‘Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pengintip hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak boleh menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui. Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah ter- jadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi. Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya? Laknat-Ku tetap padanya.’

Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata: ‘Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.’ Dan semua yang di langit turut berkata: ‘Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat’.”

Sayidina Muaz kemudian menangis teresak-esak dan berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana aku boleh selamat dari apa yang diceritakan ini?”

Sabda Rasulullah SAW: “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”

Muaz bertanya kembali: “Tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanya Muaz bin Jabal. Bagaimana saya boleh selamat dan boleh lepas dari bahaya tersebut?”

Sabda Rasulullah SAW: “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib, maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain. Jangan riyak dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan Akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan Akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu. Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan. Jangan merobekkan peribadi orang lain dengan mulutmu, kelak engkau akan dirobek-robek oleh anjing-anjing jahanam. Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: ‘Di Neraka itu ada anjing-anjing perobek badan manusia’.”

Muaz berkata: “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”

Jawab Rasulullah SAW: “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT. Cukuplah untuk menghindar semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibenci oleh dirimu sendiri. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar.”

Amal ibadah akan tertolak percuma ibarat debu-debu berterbangan kalau keikhlasan hati tidak ada. Untuk menentukan amal ibadah itu ikhlas bukan boleh ditentukan dengan kata-kata. Misalnya:

“Saya beri ini dengan penuh ikhlas.” “Saya buat ini ikhlas untuk awak.” “Kutujukan ikhlas untukmu.” “Saya yang ikhlas.” “Saya bantu awak dengan ikhlas hati.”

Tidak perlu disebut ikhlas. Tidak usah ungkapkan kata-kata tersebut. Ikhlas itu bahasa hati atau kerja hati. Kalau disebut, ternyata tidak ikhlas. Sebab itu diam sahaja lebih baik. Kita tidak tahu apakah kita ikhlas atau tidak. Malaikat yang kerohaniannya tajam pun tidak tahu, mengapa kita yang kerohaniannya tidak tajam mengaku kita ikhlas. Inilah tanda tidak ikhlas. Kalau begitu bagaimana hendak mengesan amal ibadah itu ikhlas atau tidak? Kita bawa contoh-contoh di bawah ini sebagai panduan untuk mengukur keikhlasan kita.

Apakah kita sembahyang, wirid, zikir, doa dan baca Quran di rumah dengan di masjid ada perbezaan? Di rumah kita buat cepat-cepat dan lebih kurang sahaja sedangkan di masjid kita lakukan dengan penuh teratur, tertib, sopan, dengan suara sedap atau cuba sedap-sedapkan suara kita. Ertinya kita buat lebih baik bila berada di masjid yakni di depan orang ramai. Itu tandanya tidak ikhlas.
Pernahkah kita tidak buat sembahyang sunat sewaktu di rumah tetapi kita buat atau buat lebih banyak kalau di masjid? Kita buat kerana takut orang kata atau malu pada orang. Itu tanda tidak ikhlas.
Kalau ada orang puji, apakah ada rasa berbunga, sedap dan suka hati? Waktu dikeji adakah rasa marah atau sempit dada dan sedih? Kalau terasa megah atau sedih, ertinya belum ikhlas.
Apakah kita menderma dengan bersyarat, misalnya mesti ditulis dalam daftar atau disiarkan dalam akhbar dan tv? Kalau tidak, kita tidak mahu menderma untuk masjid, surau, anak yatim, sekolah Islam dan lain-lain lagi. Atau terpaksa ditulis nama kita pada mana-mana batu asas. Kalau tidak, kita tidak menderma. Itu tanda tidak ikhlas.
Adakah kita membaca Al-Quran bertujuan untuk dapat hadiah besar atau piala dan lain-lain? Kalau tidak kita malas atau langsung tidak membacanya. Ini tanda tidak ikhlas.
Cuba kita renung-renungkan, adakah kita buat kebaikan kemudian suka sebut-sebut atau dengan harapan supaya orang itu balas kebaikan kita? Apakah selepas kita berbuat baik pada seseorang, kemudian bila dia lukakan hati kita, langsung kita berkata di depan atau di belakangnya: “Tidak patut engkau buat begini pada aku. Aku dah banyak tolong engkau. Kalau aku tak tolong selama ini, susah engkau. Memang orang tak kenang budi.” Ini juga tanda tidak ikhlas.
Pernahkah kita menderma hanya di depan orang tetapi kalau secara sembunyi, kita tidak menderma? Ini juga tidak ikhlas.
Apakah kita suka segala kebaikan hanya dicetus oleh kita sahaja? Bila orang lain yang buat kebaikan itu, kita tidak suka. Ini juga tidak ikhlas.
Adakah waktu kita berjawatan, kerana ada gaji dan elaun maka kita aktif dan gigih berjuang memperkatakan Islam? Kita bersyarah merata-rata tempat. Tapi bila tidak ada jawatan, kita tidak minat buat kerja-kerja itu lagi. Atau kita ditukar jawatan, bukan jawatan agama lagi, langsung kita tidak minat sebut Islam lagi. Ini ada udang di sebalik batu namanya, tanda tidak ikhlas.
Apakah kalau pergi berdakwah di tempat yang jauh itu kita pandang pada elaun? Kalau tidak ada mileage dan elaun kita tidak pergi. Atau kalau pergi pun dengan hati yang berat. Terpaksa. Ini juga tanda tidak ikhlas.
Apakah kita ghairah menyebut Islam ini hanya dalam pidato-pidato atau seminar-seminar saja tetapi dalam perbualan- perbualan biasa tidak sibuk mengatakannya? Ertinya tidak sebut langsung fasal Islam. Ini juga tidak ikhlas kerana ada motif nama dan kemasyhuran.
Adakah kita sanggup mengajar hanya kerana kita diberi gaji? Kalau tidak ada gaji, kita tidak sanggup? Atau kalau mengajar juga secara terpaksa kerana takut dikatakan, ‘Ada ilmu, tapi tidak sampaikan ilmu!’. Itu tanda tidak ikhlas.
Pernahkah kita memperkatakan Islam itu hanya sewaktuwaktu kita harapkan dapat kerusi di Parlimen? Atau hendak tambat hati rakyat dengan harapan parti kita dapat memerintah? Tapi bila tidak ada kerusi lagi atau sudah tua, kita tidak sibuk-sibuk lagi memperjuangkan Islam. Ini ada kepentingan diri namanya. Juga tidak ikhlas.
Adakah kita buat teguran hanya pada orang-orang kecil atau orang bawahan sahaja? Tetapi bila tuan-tuan di atas kita buat kesalahan, kita tidak berani hendak tegur? Ini tanda tidak ikhlas.
Adakah di depan ramai sahaja kita kuat jaga disiplin? Berlakon jadi baik. Bila di belakang orang, hilang disiplin. Mulalah tidak dapat hendak kawal mata keranjang. Mula tidak dapat mengawal telinga, dan tidak berakhlak. Ini berakhlak tidak ikhlas namanya.
Adakah bila kita ada jawatan dalam kampung atau di masjid atau apa-apa juga jawatan dalam masyarakat, baru mahu berkorban? Tetapi bila tidak ada jawatan, tidak mahu berkorban lagi. Itu tanda kerja kita tidak ikhlas.
Renungkanlah, apakah kita mahu belajar Islam kerana ada jaminan masa depan? Kalau tidak, mungkin kita tidak belajar. Atau tidak bersungguh-sungguh belajar Islam. Ini juga tidak ikhlas.
Pernahkah kita beri bantuan kerana orang itu berbuat baik kepada kita? Sedangkan kalau orang tidak berbuat baik pada kita, kita tidak suka membantunya, walaupun orang itu patut dibantu. Ini juga tidak ikhlas.
Adakah kita rasa tidak senang bila ada orang sekali-sekala menggantikan kita berceramah atau bersyarah di tempattempat kebiasaan kita. Atau kita rasa bangga atau rasa senang hati kerana dia membantu kerja-kerja kita buat kebaikan? Jika tidak, ini juga tidak ikhlas.
Pernahkah terjadi dalam mana-mana mesyuarat atau manamana perbincangan, kita mahu biarlah cadangan-cadangan yang baik dan bagus hanya datang dari kita? Kalau ada orang lain turut sama memberi pandangan walaupun baik, kita rasa tidak senang? Ini tanda tidak ikhlas. Orang yang ikhlas, dia mahu orang lain juga dapat memperkatakan kebenaran. Bukan hanya melalui dirinya seorang.
Adakah depan orang ramai saja ilmu Islam itu jadi bualan kita tetapi bila berhadapan dengan anak isteri, kita bungkam? Malas hendak memperkatakan Islam. Tidak ghairah hendak sebut hal-hal Islam atau hal-hal perjuangan. Ini juga kerana bermotif nama dan kemasyhuran. Depan anak isteri mana dapat nama atau kemasyhuran.
Adakah kita hantar anak belajar di satu-satu sekolah kerana mengharapkan didikan, tarbiah dan akhlak yang baik? Bukan kerana jaminan sijil atau dapat kerja? Atau sebaliknya yakni kalau tidak ada sijil atau tidak ada jaminan kerja, kita tidak hantar anak kita walaupun sekolah itu baik didikannya? Ini juga tidak ikhlas.
Adakah kita menutup aurat kerana orang suruh atau menutup aurat ini hanya di tempat-tempat yang tertentu sahaja? Atau di majlis-majlis rasmi sahaja seperti majlis kematian. Atau menampakkan sebahagian anggota yang terlarang atau pakaian terlalu ketat atau jarang? Atau bertudung untuk bermegah-megah? Ini semua tidak ikhlas.
Seorang yang pernah kita beri bantuan kerana dia patut menerima lantaran kemiskinan atau kesusahannya, kemudian dia cacatkan hati kita, apakah kita terus memberikan bantuan itu? Kalau kita teruskan memberi bantuan itu kepadanya, itu tanda ikhlas.

Cukuplah setakat ini contoh-contoh yang lumrah berlaku di tengah-tengah kehidupan kita. Agar ia menjadi kayu pengukur sejauh mana keikhlasan kita selama ini. Kita tentu ada pengalaman bersama dalam salah satu hal-hal yang berlaku di atas. Kalau begitu ukurlah diri masing-masing, apakah usaha-usaha, kerja-kerja dan amal ibadah sudah ikhlas atau belum?

Untuk mendapat ikhlas amat susah. Tetapi bila tidak ada ikhlas, ertinya tidak ada roh amal. Tidak ada nyawa ibadah. Walaupun manusia itu nampaknya hebat, di sisi Allah, tidak ada apa-apa nilai. Kosong. Ibarat habaan mansura yakni habukhabuk yang berterbangan, hilang begitu sahaja. Oleh itu marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT:

“Ya Allah jadikan kami orang yang ikhlas Jadikan usaha kami kerana-Mu Jangan diselit di hati kami selain-Mu Pimpinlah kami wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Agar usaha-usaha kami tidak sia-sia Amin. Ya Rabbal’alamin. Ya Mujibassailin, Wahai Tuhan yang menunaikan segala permintaan orang yang meminta.”

Sesungguhnya orang-orang yang ikhlas itu balasannya ialah syurga seperti sabda Rasulullah SAW:

Maksudnya: “Allah SWT berfirman, “Aku menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang soleh (ikhlas), apa yang belum terlihat oleh mata dan belum terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Baca Selengkapnya...

Minggu, 10 April 2011

Flash Hadits & Doa sehari-hari


(Jika ingin unduh Aplikasi Di atas klik saja icon download)
A. Pengertian Doa
Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.1
Ad
apun lafadz do'a yang ada dalam al Qur'an bisa bermakna sebagai berikut:
1. Ibadah, seperti firman Allah: Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat demikian make, kamu termasuk orang-orang yang zhalim. (Yunus: 106).
2. Perkataan atau Keluhan. Seperti pada firman Allah: Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (al Anbiya: 15).
3. Panggilan atau seruan. Allah berfirman: Maka kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling ke belakang. (ar- Rum: 52)
4. Meminta pertolongan. Allah berfirman: Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang at Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (al Baqarah: 23).
5. Permohonan. Seperti firman Allah: Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari." (al Mukmin: 49).

Macam-Macam Do’a
Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata: "Setiap perintah di dalam al Qur'an dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah (permintaan) dan do'a ibadah." 2
Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah:

  1. Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi tiga:
    a) Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala. -red. vbaitullah)
    b) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
    c) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.
  2. Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.

Fadhilah (Keutamaan) Berdo’a

  1. Do'a merupakan ibadah dan sebuah ketaatan alas perintah Allah. Allah ber_rman: Dan Tuhanmu berfirman: Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kaperkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina. (al Mukmin: 60).
    Di dalam sebuah hadits disebutkan: Dari an-Nu'man bin Basyir berkata, bahwa Rasulallah bersabda: Do'a adalah ibadah. 3
  2. Merupakan perbuatan yang paling mulia dan dicintai oleh Allah. Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda: Tidak ada sesaatu yang lebih mulia di sisi Allah dari do'a. 4
  3. Do'a menghalangi kemurkahan Allah. Karena orang yang tidak berdo'a kepada Allah, Allah akan marah kepadanya sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulallah,
    Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah akan marah padanya. 5
  4. Do'a menunjukkkan kecerdasan dan kekuatan batin seseorang. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Selemah-lemahnya manusia adalah orang lemah (jarang) berdo'a dan sebakhilbakhilnya manusia adalah orang yang bakhil dalam mengucapkan salam. 6
  5. Do'a bisa mencegah bencana yang belum terjadi dan menghilangkannya bila sudah terjadi. Rasulullah bersabda: Tidak ada yang bisa menolak al Qadar (takdir) itu kecuali do'a. 7
  6. Do'a menjadi perekat tali cinta dan kasih sayang sesama mukmin. Karena seseorang yang mendo'akan saudaranya yang lain yang jauh, maka akan dikabulkan. Allah ber_rman: Sesnngguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, Allah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Maryam: 96). Dan sudah disepakati bahwa do'a termasuk dalam iman dan amal shalih.
  7. Berdo'a merupakan sifat orang-orang muttaqin. Allah berfirman: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdo'a: Ya Tahan kami, beri ampuniah kami dan saudarasaudara Kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah engkau menjadikan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau
    Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (al Hasyr: 10). Dan juga merupakan sifat para Nabi-nabi terdahulu, kalau mendapatkan permasalahan mereka segera berdo'a kepada Allah, sebagaiamana yang diceritakan oleh Allah dalam firmanNya:
    "Maka Kami perkenankan do'anya, dan Kami menganugerahkan Yahya kepadanya. Dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas, dan mereka adalah
    orang-orang yang khusyuk kepada Kami." (al Anbiya: 90).
  8. Do'a menjadikan seseorang tsabat (teguh/kokoh) dalam menghadapi musuh dan sarana untuk mendapatkan pertolongan. Sebagaimana kisah Thalut dengan pasukan seadanya mampu mengalahkan Jalut dengan bala tentaranya. Allah ber_rman: Tatkala Jalut don tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdo'a. "Ya Tuhan kami, berilah kesabaran pada diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang Kafrr. (al-Baqarah: 250).
  9. Do'a sebagai pelarian dan tumpuan harapan orang-prang yang teraniaya. Seperti yang di contohkan oleh Nabi-nabi terdahulu ketika dimusuhi oleh kaumnya, bahkan akan dibunuh dan dianiaya. Mereka berdo'a kepada Allah. Seperti yang diceritakan oleh Allah tentang Nabi Nuh. Sebelum mereka (kaum musyrikin Quraisy), kaum Nuh telah mendustakan (Nuh). Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan) "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman." Maka dia mengadu kepada Tuhannya "bahwasannya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah aku. (al Qamar: 9-10). Begitu juga yang dilakukan oleh Nabi Adam sebelumnya, jaga oleh Nabi Ibrahim, Nabi Yunus, Nabi Musa dan Nabi Muhammad.

Syarat-Syarat Terkabulnya Do’a
Supaya do'a dikabulkan oleh Allah, maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum berdo'a. Di antara syarat-syarat tersebut itu adalah:

  1. Harus ikhlas dan yakin bahwa hanya Allah yang bisa mengabulkan permahonan, dan meyakini bahwa tidak ada yang bisa memberi manfaat dan mencegah kemudharatan kecuali Allah semata. Allah berfirman: Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi, Apakah disamping Allah ada Tuhan-Tuhan (yang lain yang berbuat seperti itu?). Amat sedikitlah kamu mengingat-Nya. (an Naml: 62).
  2. Ditujukan hanya kepada Allah semata. Allah ber_rman: Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyembah/berdo'a kepada seorangpun di dalamnya di samping Allah. (al Jin: 18). Dan sebagaimana pesan Rasulullah kepada lbnu Abbas dalam hadits panjangnya Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah dan jika engkau minta tolong, minta tolonglah kepada Allah. 8
  3. Bertawassul kepada Allah dengan salah satu tawassul yang di benarkan, yaitu:
    a) Bertawassul dengan Asmaa al-Husna (nama-nama Allah yang mulia) dan sifat-sifat-Nya. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam firman-Nya: Hanya milik Allah Asmaa al-Husna, maka bermohonlah kepada- Nya dengan menyebut Asmaa al-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) namaNya, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (al A'raf: 180). Contoh bertawassul dengan Asmaa al-Husna: Ya AI-Hayyu (Yang Ma_a Hidup), Ya Al-Qayyum (Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya), dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan, perbaikilah semua urusanku, janganlah Engkau memasrahkanku kepada diriku sendiri sekejap matapun. 9
    b) Bertawassul Dengan Amal Shalih. Sebagaimana firman Allah Orang-orang yang berdo'a: "Ya Tuhan Kami, sesungguhnya Kami telah heriman, maka ampunilah segala dosa Kand dan peliharalah Kami dari siksa neraka. (Ali Imran: 16). Seperti yang dilakukan oleh "Penghuni Gua" yang diceritakan oleh Rasulullah Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab berkata: "Saya mendengar Rasulullah bercerita: (Di masa) sebelum kalian ada tiga orang sedang berjalan-jaian, kemudian mereka menemukan sebuah gua yang dapat digunakan untuk berteduh dan neereka pun masuk, tiba-tiba ada batu yang besar dari atas bukit menggelinding dan menutupi pinto gua. Sehingga mereka tidak bisa keluar, salah seorang di antara mereka berkata:
    "Sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan kaiian dari bahaya ini kecuali kalian berdo'a kepada Allah dengan menyebut amal shalih yang pernah diperbuat" Akhirnya setiap orang menyebut amal shalihnya. Yang pertama (menyebutkan) perbuatan baiknya kepada orang tuanya. Yang kedua (menyebutkan keadaannya yang) meninggalkan maksiat (zina) karena takut kepada Allah, padahal sudah berada di antara dua kaki perempuan. Yang ketiga (menyebutkan) amanahnya, yaitu dia menyerahkan gaji pembantunya yang sudah lama pergi meninggalkannya. 10
    c) Tawassul dengan do'a orang shalih yang hadir dan masih hidup Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas yang artinya: Bahwa seorang Arab Badui mendatangi Nabi dan beliau sedang khotbah jum'at. Ia mengadukan kekeringan yang terjadi, dan minta untuk dido'ahan supaya turun hujan. Rasulullahpun mendo'akannya. Beliau belum turun dari mimbar kecuali air hujan mengalir di jenggotnya. 11 Begitu juga yang dilakukan oleh para sahabat, mereka bertawassul dengan do'anya al Abbas. Juga tawassulnya Muawiyah dengan do'anya al Aswad bin Yazid at Jurasy.
  4. Berdo'a dalam kebaikan bukan untuk dosa dan memutuskan silaturrahim. Rasulullah bersabda: Do'a seorang hamba akan dikabulkan selama tidak berdo'a untuk dosa dan memutuskan kerabat. 12
  5. Husnuzhan (berbaik sangka) kepada Allah bahwa Dia akan mengabulkan do'a kita, kalaupun tak dikabulkan itu karena hikmah yang Allah lebih mengetahuinya. Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda: "Berdo'alah kepada Allah sambil kamu meyakini bahwa Allah akan nengabulkannya. 13
  6. Menghadirkan hati dalam berdo'a Berta berusaha memahami makna dari do'anya. Karena Rasulullah bersabda: Ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan menerima do'a dari hati yang lalai. 14
  7. Memperbaiki makanan dengan berusaha memakan yang halal. Allah ber_rman:
    Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa. (al-Maidah: 27). Dan diriwayatkan oleh Abi Hurairah, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan Allah mmerinintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para Rasul. Allah ber_rman: "Hai para Rasul makanlah segala sesuatu yang baik, dan lakukanlah pekerjaan yang baik", Dia juga berfirman:"Hai orang.orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik dari yang telah Kami rizkikan kepadamu." Kemudian Rasalullah menceritakan seseorang yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut masai dan penuh debu, diamenengadahkan tangannya ke langit gambit berdo'a: °Wahai Tuhan, wahai Tuhan", sedangkan makanannya haram, minutnannya haram, pakaiannya dari yang haram dan perutnya di kenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin permohonannya dikabulkan. 15
  8. Sebaiknya berdo'a dengan do'a-do'a yang ada dalam al qur'an.
  9. Menghindari I'tida' (melampaui batas) dalam berdo'a. (Bentuk-bentuk I'tida' dalam berdo'a akan dljelaskan pada pembicaraan mengenai kesalahan-kesalahan dalam berdo'a. Insya Allah) Allah berfirman: Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (baik pada cara meminta dan apa yang diminta). (al A'raf: 55).
B. Pengetian Hadits

Menurut bahasa kata hadits memiliki arti;

1) al jadid minal asyya (sesuatu yang baru), lawan dari qodim. Hal ini mencakup sesuatu (perkataan), baik banyak ataupun sedikit.

2) Qorib (yang dekat)

3) Khabar (warta), yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain dan ada kemungkinan benar atau salahnya. Dari makna inilah diambil perkataan hadits Rasulullah saw.

Jamaknya adalah hudtsan, hidtsan dan ahadits. Jamak ahadits-jamak yang tidak menuruti qiyas dan jamak yang syad-inilah yang dipakai jamak hadits yang bermakna khabar dari Rasulullah saw. Oleh karena itu, hadist-hadits Rasul dikatakan ahadits al Rosul bukan hudtsan al Rosul atau yang lainnya.

Ada juga yang berpendapat ahadits bukanlah jamak dari hadits, melainkan merupakan isim jamaknya.

Dalam hal ini, Allah juga menggunakan kata hadits dengan arti khabar, dalam firman-Nya;

فليأتوا بحديث مثله إن كانوا صادقين.

“maka hendaklah mereka mendatangkan khabar yang sepertinya jika mereka orang yang benar” (QS. At Thur; 24).

Adapun hadits menurut istilah ahli hadits hampir sama (murodif) dengan sunah, yang mana keduanya memiliki arti segala sesuatu yang berasal dari Rasul, baik setelah dingkat ataupun sebelumnya. Akan tetapi kalau kita memandang lafadz hadits secara umum adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw. setelah diangkat menjadi nabi, yang berupa ucapan, perbuatan, dan taqrir beliau. Oleh sebab itu, sunah lebih umum daripada hadits.

Menurut ahli ushul hadits adalah segala pekataan Rosul, perbuatan dan taqrir beliau, yang bisa bisa dijadikan dalil bagi hukum syar’i. Oleh karena itu, menurut ahli ushul sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan hukum tidak tergolong hadits, seperti urusan pakaian.

Baca Selengkapnya...

Rabu, 02 Maret 2011

Sabar Dan Ikhlas

* SABAR *
Al Qur’an berbicara mengenai sabar Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha. Tetapi, sabar bukan pula perjuangan tanpa hasil. Sabar adalah taman kesejukan di antara Ikhtiar maksimal dan tawakal total. Sabar adalah perwujudan keyakinan kuat akan janji Allah. Dengan sabar, hati begitu percaya, bahwa Allah akan segera menyambut niat dan keinginan tulus seorang hamba. Apa jadinya jika hati dipenuhi oleh sergapan ambisi dan pemaksaan kehendak? Tenaga habis, dan niat suci pun hangus oleh obsesi dan prasangka buruk kepada Allah. Tiada kondisi yang paling indah, kecuali menyelipkan sabar; baik di kala senang maupun susah, kaya maupun miskin, senggang maupun sempit. Sebagaimana janji Allah, bahwa hanya hamba-Nya yang istiqamah dan mantaplah yang mampu bersabar, dalam mengarungi kehidupan. Dari artikel islami warna dunia menyimpulkan bahwa dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berbicara mengenai kesabaran. setidaknya ada 103 kalikata sabar disebut dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini membuktikan betapa besarnya pentingnya sabar bagi seorang mukmin dimata Allah SWT. 1. Sabar merupakan perintah dari Allah. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115. 2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa). “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…” (Al-Ahqaf: 35) 3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177) 4. Allah sangat mencintai orang-orang yang sabar. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146) 5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46) 6. Mendapatkan pahala berupa surga dari Allah. (Ar-Ra’d: 23 - 24) Hadits berbicara tentang sabar Sebagaimana dalam Al-Qur’an, dalam hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menjelaskan tentang kesabaran. misalnya Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam an Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar:
  • Kesabaran merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)
  • Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah pernah menggambarkan: “…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)
  • Kesabaran merupakan anugerah Allah yang paling baik. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih)
  • Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mukmin, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
  • Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan surga baginya’.” (HR. Bukhari)
  • Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)
7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari) 8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim) 9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim) Sementara dari buku Asma'Umar Hasan Fad'aq menyimpulkan arti sabar adalah suatu akhlak luhur dari akhlak-akhlak islami yang wajib disifati, yang mendatangkan bagi seseorang perbuatan yang baik dan menghindarkan seseorang dari perbuatan yang tidak baik dan tidak sesuai sebagai seorang muslim dimana tujuannya adalah mengharap keridaan Alloh. Masih menurut Asma, bahwa pembagian sabar ditinjau dari kaitannya dengan hukum yang lima yaitu : 1. Sabar yang Wajib. Dalam sabar ini terbagi dalam tiga macam, yaitu : Sabar dalam ketaatan dan dalam menunaikan kewajiban; Sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan dan segala yang diharamkan; dan Sabar terhadap semua bala bencana dan musibah yang ditakdirkan. 2. Sabar yang Sunah. Sabar yang disunahkan juga ada tiga macam, yaitu : Sabar dalam menahan diri dari menghadapi perlakuan buruk dengan membalas keburukan pula; Sabar dalam hal-hal yang disunahkan; dan Sabar dalam menahan diri dari yang makruh. Contoh sabar dalam menahan diri dari menghadapi perlakuan buruk dengan membalas keburukan pula adalah sebagaimana firman Alloh SWT : "Dan jika kamu memberikan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu

3.
Sabar yang Mubah. Sabar yang mubah adalah menahan diri dari semua perbuatan yang kedua-duanya sama baik antara melakukan dan meninggalkan dan bersabar atasnya, karena sabar itu berkaitan dengan nafsu yang selalu berkeinginan dan menyukai agar keinginan-keinginannya selalu dituruti dan dipenuhi. 4. Sabar yang Makruh. Ada beberapa contoh sabar yang makruh yang dapat menjelaskannya, yaitu : pertama, menahan diri dari kelapangan dalam makanan,minuman, pakaian dan hubungan suami istri sehingga hal itu membahayakan kesehatan badannya; kedua, menahan diri dari menggauli istrinya ketika istrinya membutuhkan hal itu dan tidak ada mudarat bagi si suami. karena yang demikian akan memudaratkan bagi istri dan berarti dia telah mengabaikan salah satu hak bersuami istri, sementara islam menganjurkan untuk menjaga hak-hak tersebut dan menggaulinya secara baik; ketiga,
melihat seseorang yang menyembunyikan jari-jari tangannya dalam shalat, sedang dia membiarkannya dan tidak melarangnya, padahal dia tahu hal itu sebagian dari hal-hal yang dimakruhkan dalam shalat sebagaimana sabda Rasul SAW "Janganlah kamu menyembunyikan jari-jari tanganmu dalam shalat",; Keempat, menahan diri dari perbuatan yang disunahkan seperti kebiasaan memberi uang kepada salah seorang yang membutuhkan sedikit harta atau yang lainnya setiap minggu atau setiap bulan, lalu tiba-tiba ia menghentikan hal itu. 5. Sabar yang Haram. Secara ringkas Ibn Qayyim berkata : " Sabar atas kewajiban adalah wajib dan sabar dalam menahan diri dari kewajiban adalah haram. Sabar dalam menahan diri dari yang haram adalah wajib dan sabar menerima perlakuan yang dilarang adalah haram. Sabar dalam menunaikan yang sunah adalah disunahkan dan sabar untuk tidak melakukannya adalah makruh. Sabar dalam menahan diri dari yang makruh adalah sunah. Sabar yang dibolehkan adalah mubah". 5 Hadits tentang Sabar 1. Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

2. Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar. (HR. Al Hakim)

3. Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula (pertama kali) tertimpa musibah. (HR. Bukhari)

4. Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Ath-Thabrani)

5. Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)


* IKHLAS *

Hadits tentang ikhlas :

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Arti Hadits / ترجمة الحديث :

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Catatan :

Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.

Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits / الفوائد من الحديث :

Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).

Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.

Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.

Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.

Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.

Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.

Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Keutamaan Ikhlas
1. Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)

2. Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak memandang postur tubuhmu dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu
, tetapi Allah memandang pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati yang shaleh maka Allah menyukainya. Bani Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertakwa. (HR. Ath-Thabrani dan Muslim)

3. Barangsiapa memurkakan (membuat marah) Allah untuk meraih keridhaan manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridhokan Allah (meskipun) dalam kemurkaan manusia maka Allah akan meridhoinya dan meridhokan kepadanya orang yang pernah memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya dalam pandanganNya. (HR. Ath-Thabrani)

4. Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al Hakim)

5. Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, seseorang melakukan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia juga menyukainya (merasa senang)." Rasulullah Saw berkata, "Baginya dua pahala yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan." (HR. Tirmidzi)

6. Agama ialah keikhlasan (kesetiaan atau loyalitas). Kami lalu bertanya, "Loyalitas kepada siapa, ya Rasulullah?" Rasulullah Saw menjawab, "Kepada Allah, kepada kitabNya (Al Qur'an), kepada rasulNya, kepada penguasa muslimin dan kepada rakyat awam." (HR. Muslim)


Penjelasan:
Artinya, patuh dan taat kepada penguasa dan pemerintahan (muslim) dan setia kepada rakyat dengan tidak merugikan mereka atau mengambil (mengurangi) hak mereka.
Baca Selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Terima kasih telah berkunjung.
Jangan Lupa komentarnya ya.
by Rilvan And Diah